Jumat, 18 Maret 2016

Kegalauan Henry Dunnant Sang Pencetus Palang Merah



Siamo Tutti Fratelli....
Salam Sehat, Kompak, Semangat dari PMR BYRC

Gimana ni kabarnya teman-teman PMR semua ??? Sehat selalu kan..!!!
Pada tulisan kali ini PMR BYRC (Bintama Youth Red Cross) dari SMPN 14 Malang mau berbagi kisah tentang kegalauan Henry Dunnant, yang pada akhirnya kegalauan itulah yang mengawali terciptanya organisasi palang merah. Kisah Pilu Henry Dunnant dimulai sekitar tahun 1859, dimana kondisi saat itu daratan eropa sedang dilanda perang dimana-mana, salah satunya antara pemerintah Perancis melawan Italia.
Alkisah saat itu Henry Dunnant bekerja sebagai saudagar yang ingin bertemu kaisar Perancis untuk membahas masalah bisnis. Saat itu sang kaisar Napoleon III sedang berperang di daerah Italia. Lalu berangkatlah Dunnant ke Italia, namun di tengah jalan dia kaget melihat kondisi perang yang sangat tragis. Agar lebih paham kondisi saat itu mari kita bernyanyi bersama, tahu lagu “Terlatih patah hati” dari the Rain Feat Endang Soekamti.. nyanyi yang semangat yaaa...!!!
Banyak tentara yang luka
Saat perang di Italia
Oleh senapan meletus
Atau luka cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para warga
Yang selalu membantu
Tanpa ada rasa ragu...
Hanya satu yang aku sesali...
Banyak yang mati gak da yang nolongin.. Hooyyy...
Begini rasanya, perang banyak korbannya
Harap cepat-cepat ditolong dan dirawat
Ditembak pakai senapan       (sudah biasa)
Ditusuk pakai pedang (sudah Biasa)
Penuh luka itu pasti...
Tapi aku tetap simpatiii....
Nah gitu baru semangat... dari lagu di atas sudah jelas bahwa saat itu banyak korban berjatuhan baik di kalangan militer maupun rakyat sipil. Saking banyaknya resimen kesehatan dari militer kewalahan dan banyak yang tidak bisa ditangani. Akhirnya banyak nyawa yang mati karena tidak ada yang menolong. Saat itu Dunnant melihat hal tersebut di Desa Solferino daerah perbatasan Italia.
Melihat itu Pak Dunnant tergerak hatinya untuk menolong korban dibantu warga sekitar. Sampai-sampai Dunnant lupa tujuan utama pergi ke Italia untuk berbisnis. Pengalaman memilukan ini akhirnya ditulis dalam sebuah catatan harian dan dibukukan pada tahun 1862. Buku ini diberi judul Un Souvenir De Solferino.
Buku Diary Benih Terbentuknya Palang Merah
Buku Un Souvenir De Solferino ini membuat mata dunia terbuka. Dan pada akhirnya terbentuklah gerakan palang merah Internasional. Setelah melewati beberapa konferensi, maka keluarlah beberapa keputusan antara lain tentang Lambang, Prinsip dasar gerakan palang merah yang akan kita bahas di artikel ini.
Pada konferensi tahun 1863 sampai 2005 akhirnya disepakati ada 3 (sebenarnya 4) lambang resmi yang dipakai lembaga kepalangmerahan. 3 lambang itu antara lain:
1.      Palang Merah
2.      Bulan sabit Merah
3.      Kristal Merah
4.      Singa Matahari Merah (sekarang sudah tidak digunakan)
Selain lambang ada 7 prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional yang harus kita hafalkan, hayati dan kita amalkan sebagai anggota PMR, prinsip dasar tersebut antara lain:
1.      Kemanusiaan
2.      Kesamaan
3.      Kenetralan
4.      Kemandirian
5.      Kesukarelaan
6.      Kesatuan
7.      Kesemestaan
Nah biasanya untuk cepat menghafal 7 prinsip ini digunakan singkatan “Man Sa Ne Man Su Sa Se”, Mudahkan???
Cukup sekian dari kami, salam inter arma caritas....
Dan di ujung artikel kami sertakan beberapa foto kegiatan yang ada di PMR Unit SMPN 14 Malang.. PMR BYRC “Lets Make Won”

Kunjungan Ke PMR SMPN 24 Malang


Eksperimen Bahaya Merokok



Latgab PMI Kota Malang di Coban Rondo


Kunjungan ke PMR SMPN 11 Malang


Suasana Makan Bersama Saat DIKLATSAR X


By: PMR SMPN 14 Malang

2 komentar:

  1. adek2 pmr ini memang sangat menginspirasi dehh, semangat saudara ;)

    BalasHapus
  2. acaranya seru banget >.< dan terima kasih informasi bermanfaatnya.

    BalasHapus