Sabtu, 17 Oktober 2020

Why does Insecurity Exist?

Insecurity atau banyak orang menyebutnya insecure, yakni suatu perasaan yang muncul disebabkan oleh  beberapa faktor. Faktor tersebut seperti perasaan tidak percaya diri, sifat yang perfeksionis ataupun terlalu overthinking mengenai sesuatu. Insecure dapat menghambat diri kita untuk melangkah lebih maju ke depan. Sebagian orang pasti pernah mengalami insecure. Sebagian orang bisa mengatasinya, sebagian orang sebagai masalah besar di hidupnya. Insecure sendiri artinya situasi ketika merasa cemas dan takut secara berlebihan yang menyebabkan banyak sekali dampak negatif.

Mengapa kita bisa merasa insecure?

Past Trauma. Ketika kita masih kecil entah orang tua, saudara, teman yang megkritik dari kita kecil, contoh sederhana; ayah kita sendiri terbiasa memanggil atau meneraki kita "anak kurang ajar" atau teman masa kecil membully kita "dasar hitam gendut". Kritik itu akan selalu stay di otak kita walaupun ketika kita semakin dewasa itu semua akan sirna karena usaha yang kita lakukan. Still, they may never compeletly go away.

Negative Self Image. Jangan memandang diri kita sendiri buruk. Jika kamu terus merasa dirimu jelek, gendut, ga bisa apa2 di otak mu selalu seperti itu, yang terjadi adalah kita akan bertingkah laku sesuai dengan image itu.

Needing Approval. Ketika kita menerima approval dari orang lain kita akan merasa diri kita worthy. Tetapi yang menjadi masalah adalah kita terus HARUS menerima approval untuk mempertahankan self image kita dan kita takut jika approval itu hilang karena "the great self image" akan sirna. Maka yang terjadi adalah kita hidup dengan mengikuti apa yang orang lain perbuat dan lakukan. semata mata hanya untuk mendapatkan "approval"

Images at Social Media Sadly, kita hidup di era sosmed sangat legit. kita lihat cewe-cewe dengan badan aduhai di IG, cowo-cowo badan gym yang super hot. Ya, ini membuat kita ada perasaan harus seperti mereka.

Not Accepting about Ourselves. Kita selalu tidak menerima apa yang kita miliki, berat badan kita, muka kita yang berjerawat, kemalasan kita, kecerobohan kita, dll.

Apa yang bisa kita perbuat untuk memperkecil insecure?

Love yourself, first

Dengan memiliki rasa insecure, itu bisa melukai diri kita. Akan muncul sikap seperti membeda-bedakan diri kita dengan orang lain. Padahal, Tuhan pasti menciptakan semua makhlukNya dengan segala kelebihan, kekurangan serta keunikannya masing-masing. Cintai diri sendiri terlebih dahulu agar hidup terasa lebih berharga.

Stay Positive

Mencoba untuk selalu berpikiran positif tentang sesuatu memang masih sulit menjadi rutinitas sehari-hari. Tetapi, dengan berpikiran positif dapat membuat pikiran kita menjadi lebih enjoy. 

Menulis Kata-kata Motivasi

Jika sedang merasa dalam keadaan yang kurang baik, menulis kata-kata motivasi untuk diri sendiri dapat membuat keadaan terasa lebih lega. Letakkanlah tulisan tersebut di tempat yang sering kita lihat, seperti di kamar. Dengan tulisan tersebut dapat mengingatkan kita bahwasannya kita telah melewati hari-hari yang berat sebelumnya. Setelah membaca tulisan tersebut, kita bisa lebih semangat untuk terus berjuang. Saat kita masih diberi nafas oleh Tuhan, saat itu juga memang kita harus tetap bertahan dan berjuang apapun yang terjadi.

Lakukanlah Self-talk

Self-talk merupakan aktivitas berbicara dengan diri sendiri. Self-talk perlu untuk dilakukan secara rutin. Dengan melakukan self-talk, kita dapat meningkatkan rasa percaya diri kita kembali. Manfaat lain dari melakukan self-talk tersebut seperti dapat meredakan stres, membantu berdamai dengan diri sendiri dalam menghadapi suatu keadaan yang kurang baik, dan masih banyak manfaat lainnya.

Focus on The Baby Steps

Melewati insecure adalah journey, tidak mungkin hanya semalam perasaan seperti ini akan hilang. Lebih baik kita mencoba keluar sedikit demi sedikit dari comfort zone kita untuk build self confidence kita. apa contohnya? Misal, masalah kamu di social insecurities kamu selalu merasa awkward jika bertemu dengan orang lain. Langkah kecil yang bisa kamu lakukan seperti say hi untuk teman di sebelah mu di kampus dan coba berlatih untuk berkenalan atau sekedar bertanya tentang mata kuliahmu. Pasti dong kamu merasa "Ah aku kok freak banget,". Tapi, coba saja dulu jangan berpikiran terlalu jauh. Jika berhasil, kamu akan merasa memiliki kepercayaan diri lebih tinggi dari sebelumnya.

Embrace the Awkward

SIAPA DISINI YANG SUKA AWKWARD? Apa lagi untuk para orang introvert bertemu dengan orang banyak itu seperti ujian, tapi sekali lagi lebih baik kamu nikmati saja moment "awkward" itu tidak perlu mikir mau ngomong apa guehh atau apa, biarkan mengalir saja. Jika tidak ada yang perlu dibicarakan ya diam, itu cukup.

Cut Off The People Who Make You Feel Less

Ini penting sekali! Coba buat circle pertemananmu sehat, tidak ada orang yang berusaha saling menjatuhkan, hal ini akan membuat diri kita lebih positif dan perasaan insecure karena orang lain tidak ada atau jika kasusnya di love relationship misal pacarmu hanya membuatmu merasa rendah diri, ganti aja HEHEHE

Find the things you're struggling with and learn work with them

Catat apa saja kelemahanmu, apa yang membuatmu merasa rendah diri dan pelajari bagaimana kelemahanmu itu bisa berubah menjadi lebih baik, berusaha lebih keras untuk kelemahan kita. PASTI BISA!

Dont Judge Yourself

Apa yang kita pikirkan itu yang akan terjadi. Jika kamu mau judge dirimu yang baik-baik aja, ya. Jangan sedikit-dikit merasa "Udah deh aku nggak bakalan bisa,". Ayolah melek mata kita nggak separah itu. Pikiran-pikiran buruk itu hanya ilusi.

Sumber : Kumparan, quora

Selasa, 29 September 2020

Mentality Crab

cr. medium.com

Halo sobat Shelter, selamat datang kembali. Masih dengan postingan yang berkualitas, admin ingin bahas soal Mentality Crab atau mental kepiting. Beberapa dari kita pasti masih awam dengan istilah tersebut, ya nggak sih? Mentality crab ini sangat menarik untuk dibahas karena sangat sering ditemui di masyarakat kita. Langsung aja yuk.

Kalian pernah nggak sih, melihat kepiting dalam ember? Kepiting itu pasti berusaha keluar tapi nggak keluar-keluar. Hal itu disebabkan bukan karena kepitingnya noob, tapi memang kepiting-kepiting lain berusaha menahannya. Mereka melakukannya dengan tujuan saling menyelamatkan. Kenapa bisa begitu? Karena habitat asli kepiting ada tepi pantai di mana saling berdekatan satu sama lain untuk bertahan hidup. Tapi, hal ini juga dianalogikan sebagai orang yang iri terhadap kesuksesan orang lain. Contohnya saja seperti, "Ngapain anak perempuan sekolah tinggi-tinggi, toh nanti juga baliknya ke dapur?" atau "Anak keluarga kyai tuh harus nikah sama anak keluarga kyai juga." Dari sini, sudah mulai jelas kan?

Banyak sekali orang yang mencoba menjatuhkan seorang individu yang berusaha untuk maju dengan cara meremehkan atau memanipulasi. Mental seperti ini membuat seseorang mengalami kesulitan untuk menghargai pencapaian orang lain, sehingga menimbulkan rasa iri dan berusaha menempatkan orang lain pada situasi yang dialaminya atau bahkan di bawahnya atau mungkin kasarnya seperti "Kalau saya tidak bisa melakukannya, kamu juga tidak bisa".

Mentality crab bisa terjadi karena disebabkan beberapa hal seperti malu, dendam, cemburu, hingga sifat kompetitif itu sendiri. Padahal, setiap manusia dilahirkan dengan bakat dan kemampuan yang berbeda. Kondisi seperti ini menghasilkan hubungan yang sehat antar individu maupun dalam kelompok. Hal ini juga sadar maupun tidak sangat sering ditemukan di masyarakat kita, baik di lingkungan rumah, sekolah, atau bahkan orang yang kita temui di tempat asing.

Lalu, mengapa kita masih menemukan orang-orang dengan pemikiran kuno seperti itu di era modern ini? Jawabannya adalah karena seseorang yang bermental kepiting hidup untuk mengurusi hidup kita, dalam hal pekerjaan, pendidikan, segalanya bahkan termasuk urusan rumah tangga. Sangat kurang kerjaan sekali, kan? Mereka berkata seolah peduli dengan memberi saran, padahal ada maksud terselubung yaitu ingin menjatuhkan kita dan tidak mau ada seorang pun yang bisa mengungguli mereka.

Jadi, jika kita sedang berhadapan dengan orang-orang seperti mereka, cukup abaikan saja perkataan yang menyakiti kita. Teruslah berjalan untuk memperjuangkan mimpi kita karena ini adalah hidup kita, selama hal tersebut tidak menyimpang dari norma yang berlaku. Sebaliknya, jika kita adalah orang dengan mental tersebut, kita bisa mulai menanamkan mindset bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing, juga diiringi dengan meningkatkan potensi diri dan ikut senang atas pencapaian orang lain.

sumber : kompas, quora

Senin, 07 September 2020

Malu Bertanya, Awas Tersesat!


cr. jameskennedymonash

Hai sobat shelter, sudah lama sekali ya nggak bersua. Gimana kabarnya? Semoga sehat-sehat saja, ya. Belum lama ini, kasus COVID-19 naik tajam, bahkan beberapa negara mulai menutup diri dari Indonesia untuk sementara karena dikhawatirkan akan membawa. COVID-19 jika berkunjung ke negara mereka. Ngeri banget, ya? Jadi, tetap di rumah saja dan jika terpaksa sekali untuk keluar, harap patuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Meskipun kita masih berada di tengah situasi pandemi, beberapa instansi pendidikan sudah memulai tahun ajaran baru. Di kampus kita tercinta, UIN Maulana Malik Ibrahim, juga sudah mulai mengadakan kegiatan belajar mengajar secara daring sejak 31 Agustus 2020. Kalau secara daring, mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dari biasanya seperti mengajukan pertanyaan ke dosen atau teman yang presentasi. Tapi pernah nggak sih sobat, kalian merasa malu banget bertanya di kelas padahal udah mempersiapkan pertanyaan dengan kalimat yang baik dan benar, eh pas di kelas malah diam aja? Kira-kira kenapa kok bisa begitu? Apakah karena kita malu atau malas? Bisa jadi keduanya atau bisa jadi ada alasan lain yang melatarbelakangi perilaku kita tersebut.

Seorang mahasiswa bernama Levina, membagikan ceritanya saat berpartisipasi dalam sebuah bootcamp mengenai entrepreneurship di Syracuse University, Syracuse, New York selama beberapa minggu pada tahun 2018. Menurutnya, di sana terdapat beberapa hal yang menurutnya akan sangat keren jika diterapkan oleh tenaga pendidik di Indonesia, antara lain :

1. Passionate. Tenaga pengajar di Amerika terlihat menikmati pekerjaannya, mengajar secara fun dengan penjelasan yang menarik. Mereka sangat peduli terhadap perkembangan muridnya.

 

2. Menghargai dan mengapresiasi pendapat. Ketika seorang murid bertanya atau mengungkapkan pendapat, mereka selalu menghargai dan mengapresiasinya. Hal tersebut mampu membangun rasa percaya diri siswa dan memberikan contoh kepada murid lainnya untuk tidak menjadi seorang yang judgemental. Sangat terlihat jelas bahwa mahasiswa disana tidak takut untuk berpendapat dan bertanya, walaupun terkadang pertanyaannya begitu receh menurut saya. Saya sebagai orang Indonesia yang belajar disana merasakan kesulitan untuk berpendapat karna sudah terbiasa dengan cara belajar di Indonesia.

 

3. Jumlah siswa tidak terlalu banyak. Dengan kecilnya perbandingan murid dengan guru, akan lebih mudah bagi guru untuk mengetahui perkembangan muridnya. Sehingga murid pun mendapatkan perhatian yang cukup dari guru.

 

4. Guru tidak merasa superior. Sebagai guru, mereka tidak merasa keberatan untuk menerima banyak pertanyaan dan kritisi dari muridnya. Yang saya rasa, mereka terkesan jauh lebih santai dan lebih friendly dibandingkan guru di Indonesia.

 

Jadi selain murid, tenaga pendidik juga berperan dalam menciptakan suasana kelas yang nyaman agar para murid tidak merasa malu saat bertanya. Para murid atau mahasiswa juga harus sering berlatih meningkatkan kepercayaan diri, ingat "Malu Bertanya, Sesat di Jalan". Nah, kita sebagai generasi penerus bangsa ini harus bisa mengubah bangsa kita menjadi bangsa yang lebih kritis dan maju dimulai dari hal-hal kecil seperti menciptakan suasana kelas yang nyaman. Semangat, para masa depan bangsa!!!


sumber : quora

Senin, 17 Agustus 2020

Serumpun Padi : Memaknai Kemerdekaan


Hai sobat yang budiman, berjumpa kembali dengan SHELTER. By the way, selamat ulang tahun Indonesiaku yang ke 75. Nggak kerasa ya, udah 75 tahun berlalu Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya. Para pendahulu bangsa kita telah melewati hidup yang keras dibawah penjajahan selama bertahun-tahun, kebayang dong bagaimana sulitnya waktu itu.Tapi, berkat pendahulu bangsa kita juga, kita berhasil keluar dari belenggu penjajahan.

Dalam rangka merayakan kemerdekaan Indonesia, banyak sekali acara yang diselenggarakan, seperti bersih desa, menghias desa, lomba-lomba, dan lain-lain. Banyak juga nih perusahaan-perusahaan yang bagi-bagi hadiah atau giveaway spesial untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Wah, meriah banget ya. Jangan sampai ketinggalan giveawaynya sobat.

Tapi, kalian sebenarnya tahu nggak sih makna dari kemerdekaan itu sendiri? Apa hanya karena kita terbebas dari penjajahan dan perang, kita sudah merdeka? Jawaban itu benar, namun sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bisa menemukan makna sesungguhnya dari kemerdekaan itu sendiri.

Merdeka bukan Berarti Akhir dari Perjuangan

Beberapa orang masih berpikir bahwa setelah Indonesia merdeka, kita akan hidup aman dan tentram sampai akhir hayat. Padahal di luar sana banyak sekali hal-hal yang mungkin mengancam kedaulatan negara ini. Kita sebagai warga negara yang baik, tidak bisa hanya berdiam diri menikmati kemerdekaan yang diberikan oleh para pendahulu kita. Pernah dengar quote “meraih lebih mudah daripada mempertahankan”? Nah, itulah yang harus kita renungkan kembali. Kemerdekaan sudah ada, sekarang kita harus berupaya keras untuk mempertahankan, bahkan mengembangkan negara ini agar tumbuh menjadi negara yang lebih baik dari sebelumnya.

Momen Pemersatu Bangsa

Sering sekali kita mendengar berita tentang perseteruan antar-sesuatu di Indonesia, entah itu suku, agama, bahkan pandangan seseorang. Padahal, kita adalah satu, bangsa Indonesia. Tidak semestinya kita bertikai hanya karena hal-hal sepele dan sebisa mungkin menghindarinya. Dengan bertambahnya usia Indonesia ke-75 tahun ini, semoga bangsa Indonesia bisa lebih menjaga diri, menghormati, dan menghargai agar tidak saling menyakiti saudara sendiri.

Kemerdekaan Indonesia adalah Bukti bahwa Masyarakat Indonesia Tidak Bisa Dipandang Sebelah Mata

Hal ini adalah hal yang sering dilupakan bangsa kita sendiri. Kita terlalu sibuk meninggikan ego dan menjatuhkan satu sama lain, padahal kita adalah satu. Kita memiliki banyak keberagaman, mulai dari suku, agama, budaya, dan lain-lain sehingga dengan keberagaman kita ini seharusnya menjadikan kita kekuatan yang besar dari suatu negara yang bahkan tidak dimiliki negara lain. Sudah sepantasnya kita bangga dan melestarikan hal ini, bukan?

Jadi, mari kita mulai berdamai dan menerima keberagaman yang dimiliki Indonesia. Kita adalah satu, kita adalah Indonesia.

sumber : idntimes

Selasa, 30 Juni 2020

Crash Landing on Twitter


cr. pngimg

Memanggil kaum rebahan kemari, hari ini aku mau bahas soal salah satu teman setia para kaum rebahan nih. Siapa lagi kalau bukan Twitter. Twitter adalah layanan sosial media dan microblog draing yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter akan tetapi pada 7 November 2017 bertambah hingga 280 karakter yang dikenal dengan tweet. (Wikipedia)

Twitter berdiri sejak 2006 dan telah mengalami pasang surut dari penggunanya. Pada awal-awal rilis, Twitter belum terlalu dikenal. Kebanyakan memilih sosial media yang masih eksis saat itu seperti Friendster, Myspace, dan Yahoo Messenger. Pamor Twitter mulai naik beberapa saat setelah Facebook mulai terkenal. Pengguna Twitter dulu juga belum sebanyak Facebook yang memiliki miliaran pengguna.

Sejak beberapa saat yang lalu Twitter mulai ramai kembali dan kini banyak orang-orang yang beralih ke Twitter. Bahkan sempat ada perdebatan yang melibatkan pengguna Instagram karena banyak warganya (Instagram) yang pindah lapak ke Twitter. Sebenarnya, apa saja sih alasan yang membuat orang-orang, termasuk kita jatuh cinta dengan Twitter?

Pertama, Twitter adalah buku harian online kita. Ngaku deh kalian yang lebih berisik di akun Twitter daripada di real life. Kita sering berbagi hal-hal yang memorable mulai dari senang, sedih, sampai memalukan tanpa takut orang-orang yang mengenal kita mengetahuinya.

Kedua, tempat menjadi diri sendiri. Percaya nggak kalau kita lebih sering menjaga image dan menjaga feeds kita di Instagram, tapi menjadi barbar saat di Twitter? Percaya dong, karena hanya di Twitterlah orang-orang cenderung tidak peduli dengan masalah personal kita. Followers kita mungkin hanya melihat tweet atau melewatkannya sama sekali. Dengan begitu, kita menjadi lebih percaya diri untuk menunjukkan diri kita yang sebenarnya.

Ketiga, sumber hiburan. Bukan rahasia umum lagi kalau Twitter adalah tempat hiburan nomor satu di sosial media. Banyak orang yang melahirkan quotes hingga jokes receh yang mengocok perut para pembacanya. Bahkan jokes di Twitter sampai tersebar di media sosial lain seperti Instagram dan Whatsapp.

Keempat, ladang informasi yang up to date dan bermanfaat. Di Twitter ada banyak sekali informasi up to date seperti berita terkini perihal COVID-19 atau gossip-gosip artis. Ada juga yang bermanfaat seperti life hacks, resep memasak, dan lain sebagainya.

Kelima, orang-orang baik. Meskipun nggak semuanya, tapi memang banyak sekali orang-orang baik di Twitter. Mereka adalah orang-orang yang memberi semangat, masukan, dan kritik membangun di tweet orang lain. Hal ini sering kita temui di berbagai akun menfess atau thread yang terkenal waktu itu.

Setelah kalian membaca ini, mayoritas dari kalian pasti setuju dengan alasan-alasan di atas. Twitter memang memberikan kenyamanan sendiri bagi penggunanya. Setelah dilihat-lihat, memang banyak dampak positif yang diberikan, namun tak jarang pula kita terdampak hal-hal negatif tergantung dari cara kita menggunakannya. Jadi, apa alasanmu jatuh cinta dengan Twitter?

Sumber : hipwee, mojok.co

A Little Thing Called 'Overthinking'

cr. twitter

Semenjak virus Corona menyebar, semakin banyak hal yang kita lakukan di rumah. Di rumah setiap hari, belum tentu menjadi hal yang menyenangkan bagi setiap orang. Terkadang juga memicu overthinking yang membuat diri kita tertekan. Lalu, apa sih sebenarnya overthinking itu?

Overthinking adalah berpikir berlebihan. Bukannya bagus ya, banyak berpikir agar kita lebih hati-hati? Ya bagus sih, hanya saja nggak semua hal di dunia ini harus dipikirkan terus menerus. Overthinking sendiri cenderung memikirkan hal-hal yang remeh bagi sebagian besar orang. Kondisi overthinking bahkan sudah dicap sebagai epidemi. Sebuah hasil studi yang dilakukan Universitas Michigan, ditemukan bahwa 73% dari golongan usia 25-35 tahun dan 62% dari golongan usia 45-55 tahun memiliki kebiasaan overthinking. Ngeri juga, ya?

Sebagai kaum penerus bangsa ini, kita juga tidak boleh menjadi seorang yang overthinking. Overthinking jika dibiarkan akan mempengaruhi kesehatan mental kita di kemudian hari. Nggak mau kan kalau sampai betulan terjadi? Nah, berikut adalah tips berhenti overthinking :

1. Tanyakan pada diri kita, apakah kekhawatiran yang kita miliki merupakan fakta atau pikiran kita yang kemana-mana?
2. Kenali kapasitas tubuh. Seringkali, ketika fisik kita lelah menjadikan mental kita juga ikut lelah. Jadi, istirahat yang cukup ya.
3. Mengurangi obsesi untuk menjadi “sempurna”. Ingat, kita adalah manusia yang pasti ada kelebihan dan kekurangan. Mari kita belajar berdamai dengan ketidaksempurnaan.
4. Menerima kenyataan bahwa kita tidak bisa mengubah apapun yang telah terjadi. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan.
5. Menyadari bahwa kita juga tidak akan benar-benar tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Mau dipikirkan sekeras apapun, masih bisa terjadi hal yang tak terduga.
6. Melakukan refreshing, terutama olahraga. Berada dalam ruangan terus menerus pasti bikin bosan dan stress, jadi kita bisa mulai menghirup udara segar sejenak untuk memperbaiki mood.
7. Ambil napas dalam-dalam, lalu buang secara perlahan. Lakukan selama beberapa menit sampai kita merasa lebih tenang.
8. Terakhir, katakan pada diri kita bahwa kita telah melakukan yang terbaik dan semua akan baik-baik saja.

Itu dia 8 cara agar kita bisa berhenti overthinking. Mungkin sedikit susah, tapi kalau kita niat pasti bisa menjalaninya. Berpikir itu baik, tujuannya agar kita tidak mengambil langkah yang salah. Namun, segala sesuatu yang berlebihan tidak baik, kan? Maka dari itu, mari kita ubah kebiasaan buruk kita dan menyembuhkan diri perlahan-lahan.

Sekian postingan kali ini, semoga kita senantiasa dilindungi Yang Maha Kuasa. Sampai jumpa di postingan berikutnya~

Sumber : sehatq, rahasia gadis

Senin, 25 Mei 2020

Momen yang Kamu Rindukan Saat Lebaran


cr. review.bukalapak

Seperti yang kita ketahui bahwa semenjak COVID-19, banyak kegiatan yang mengumpulkan banyak massa telah dilarang oleh pemerintah demi memutus rantai penyebaran. Hal ini juga berdampak pada pelaksanaan perayaan Idul Fitri di Indonesia. Banyak hal yang mungkin kamu rindukan saat lebaran, namun akan sulit ditemui untuk saat ini. Yuk simak, berikut adalah momen-momen yang (mungkin) kamu rindukan saat lebaran.

Baju Baru

Baju baru alhamdulillah…dipakai di hari raya. Tak punyapun tak apa-apa, masih ada baju yang lama. Ya, mungkin bait itu sangat cocok menggambarkan situasi sekarang. Dimana kita harus menghindari keramaian demi keselamatan bersama. Namun jangan khawatir, kita bisa berbelanja di online shop jauh-jauh hari agar sampai tepat waktu sehingga kita bisa menggunakannya saat lebaran nanti.

Mudik

Pulang ke kampung halaman menjelang idul fitri sudah dicap sebagai tradisi untuk masyarakat Indonesia. Membayangkan momen berkumpul bersama keluarga besar beberapa tahun lalu pasti membuat kita rindu deh sama suasana lebaran.

Malam Takbir

Setelah berkumpul dengan keluarga besar, biasanya suasana tersebut akan didukung oleh suara takbir yang menggema dimana-mana. Anak-anak kecil dan para pemuda biasanya mulai berkumpul dan berkeliling kompleks sambil menyuarakan takbir bersama. Terkadang mereka juga memeriahkannya dengan menyalakan petasan, membawa obor, atau memukul-mukul barang untuk meramaikan aksi mereka.

Sholat Ied

Hal ini menjadi momen yang sangat menggetarkan hati. Setelah kita berpuasa sebulan penuh, menahan segala hawa nafsu, akhirnya kita bisa merasakan kemenangan atas diri kita sendiri. Berangkat pagi dengan memakai pakaian terbaik sambil berjalan menuju masjid bersama keluarga adalah hal yang paling dirindukan saat ini. Namun, ada beberapa daerah di Indonesia yang masih melakukan sholat Ied berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan demi menghindari hal yang tidak diinginkan.

Silaturrahmi

Selain berkumpul bersama keluarga, ada juga hal yang mungkin akan sulit ditemui di tengah pandemi seperti bersilaturrahmi di tetangga sekitar rumah atau saudara kita. Rumah dan jalanan juga sudah tak ramai kendaraan yang mengakibatkan macet seperti biasanya. Kita masih bisa kok bersilaturrahmi ke rumah tetangga asal dengan tetap menerapkan aktivitas pencegahan seperti tidak berjabat tangan dan menggunakan masker.

Uang Saku

Siapa yang menanti lebaran untuk yang satu ini? Semua pasti dengan sukacita menyambut momen ini. Momen dimana sanak saudara dan tetangga-tetangga memberi uang saku pada kita, sehingga uang tabungan kita bertambah. Tahun ini mungkin uang saku akan menjadi lebih sedikit daripada biasanya, namun kita bisa mentransfer uang saku jika berkenan.

Itulah beberapa momen lebaran yang (mungkin) kamu rindukan saat lebaran tiba. Alangkah lebih baik kita menghindari beberapa dari poin di atas atau melakukannya dengan tetap memperhatikan kesehatan diri sendiri dan orang lain. Tetap di rumah saja, cuci tangan dengan sabun, gunakan masker saat berpergian, dan tetap jaga kesehatan. Semoga pandemi ini segera usai, sehingga kita bisa melakukan aktivitas seperti biasanya dan bertemu ramadhan serta lebaran dengan keadaan yang lebih baik. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, mohon maaf lahir dan batin.

Oleh : Jung

Kamis, 30 April 2020

Jelajah Ramadhan di Seluruh Dunia


Ramadhan 1441 H sudah berjalan selama satu minggu. Namun, seperti yang sudah kita ketahui bahwa Ramadhan kali ini kita harus melakukan social distancing demi memutus rantai penyebaran COVID-19. Berbahagialah wahai kalian kaum rebahan karena sudah saatnya kalian membantu menyelamatkan dunia. Tapi, siapa sih yang betah di rumah terus apalagi kalau diwajibkan seperti ini? Pasti deh, tangan dan kakinya gatal pengen segera melarikan diri dan menghirup udara segar.

Tenang saja, kali ini saya akan mengajak kalian berkeliling dunia. Gimana caranya? Saya akan mengenalkan tradisi di bulan Ramadhan di berbagai belahan dunia yang belum kita ketahui sebelumnya. Kira-kira ada apa aja, sih? Yuk, kita mulai jalan-jalannya…

Mesir
hulssay.files.wordpress

Menjelang Ramadhan Umat Muslim di Mesir akan memasang lampu Fanus di halaman rumah mereka. Tradisi ini konon dimulai sejak Dinasti Fattimiyah. Kala itu, lampu Fanus dipasang untuk menyambut kedatangan pasukan Raja yang datang berkunjung menjelang datangnya bulan Ramadhan.

Qatar
wgoqatar.com

Setiap tangal 13, 14, dan 15 bulan Ramadhan selepas berbuka puasa dan Shalat Maghrib, anak-anak kecil di Qatar akan berpawai dengan kostum khusus untuk merayakan festival Garangaou. Dalam festival ini anak laki-laki akan menggunakan baju arab hitam berompi merah bersulam emas. Di kesempatan yang sama anak perempuan akan mengenakan pakaian tradisional disdaadhas berwarna cerah lengkap dengan ikat kepala (bukhnig) atau hijab hitam transparan berhias benang emas. Anak-anak ini lantas akan berjalan sampil bernyanyi di sepanjang jalan sekaligus mampir ke rumah-rumah penduduk untuk meminta permen dan kue.

Pakistan
pinterest.com

Pada hari-hari terakhir Ramadhan, perempuan dna lakilaki Pakistan berlatih Chaand Raat, sebuah tradisi di mana para perempuan mengenakan pakaian terbaik mereka dan pergi ke pasar untuk membeli gelang dan sepatu yang bagus. Para laki-laki, juga dengan pakaian terbaik mereka, melemparkan  kertas ke perempuan-perempuan dengan nomor telepon yang mereka tulis di dalamnya. Keluarga muslim di Pakistan juga berkumpul untuk membuat pesta dan menikmati makanan bersama.

Uni Emirat Arab (UEA)
thenational.ae

Melansir dari Musafir, dua minggu sebelum Ramadhan, masyarakat UEA biasanya merayakan Haq Laila, yaitu anaka-anak berkeliling lingkungan mengumpulkan permen dan kacang-kacangan dalam tas jinjing yang disebut Kharyta.

Lebanon
gulfnews.com

Di Lebanon, sebuah meriam akan ditembakkan setiap hari selama bulan Ramadhan menandai wkatu berbuka puasa. Tradisi ini dikenal sebagai Midfa Al-Iftar.

Dan masih banyak tradisi Ramadhan di negara lain yang tak kalah menakjubkan. Sepertinya seru sekali ya, bisa jadi referensi jalan-jalan kalian di bulan Ramadhan berikutnya nih.

Sepertinya sudah cukup jalan-jalannya, semoga kaki kalian tidak pegal karena harus berjalan dari satu negara ke negara lain. Tetap di rumah, jaga kesehatan, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Sampai jumpa~
(sumber : phinemo.com, tirto.id)

Oleh : Jung




Rabu, 29 April 2020

Ada yang Berbeda?


           
cr. kurniawangunadi.tumblr.com

Tepat tanggal 24 April 2020 memasuki bulan yang telah ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam. Ya, bulan Ramadhan. Ramadhan menurut istilah berakar dari bahasa arab "ramidha" atau "arramadh" yang berarti kekeringan. Ramadhan secara bahasa berarti bulan dalam Islam yang menjadi waktu khusus untuk melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Ramadhan merupakan bulan kesembilan setelah Sya'ban dan sebelum Syawal dalam penanggalan tahun Hijriyah. -Brainly
            Ramadhan selalu memiliki kesan tersendiri dalam diri umat Muslim. Bagaimana tidak? Setiap momen yang berlangsung pada bulan Ramadhan tidak dapat ditemui pada bulan-bulan lain. Pada dini hari kita bisa mendengar tetangga membangunkan sahur beramai-ramai, berburu takjil di sore hari, buka bersama, sholat tarawih berjamaah di masjid. Sungguh momen yang membuat kita rindu kampung halaman, kan?
            Sayangnya, tahun ini Ramadhan menyuguhkan pemandangan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena adanya COVID-19, kita diharuskan untuk self-isolation dan social distancing demi memperlambat penyebaran virus tersebut. Tentu hal ini sangat disayangkan, mengingat Ramadhan merupakan bulan yang erat hubungannya dengan keramaian. Pemerintah sudah memberikan imbauan untuk tidak pulang kampung, serta mulai menghentikan operasi beberapa transportasi seperti kereta api dan pesawat.
            Adanya COVID-19 memberikan kita banyak hikmah dibalik musibah tersebut. Kita bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, lebih fokus dalam beribadah, mengurangi pengeluaran untuk buka bersama di luar (hehe), dan masih banyak lagi. Meskipun sedang dalam rangka social distancing, kita juga masih bisa berbagi rezeki kepada orang-orang yang kurang mampu seperti membagikan sembako, makanan, serta masker secara door-to-door, mengirimkan bantuan melalui transfer dana melalui lembaga yang menyelenggarakan penggalangan dana, atau berpartisipasi dalam menjaga kawasan tempat tinggal kita agar tetap aman karena sedang marak kasus pencurian di rumah-rumah warga. Hal tersebut boleh dilakukan tanpa mengabaikan instruksi pemerintah agar kita tetap terhindar dari COVID-19.
            Ramadhan tetaplah Ramadhan meskipun banyak hal yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sejatinya, Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah di mana umat muslim bersukacita menyambutnya dengan memperbanyak amalannya Mari kita beribadah semaksimal mungkin, semoga Allah meridhoi segala amal dan ibadah kita.
(sumber : Kompas)

Oleh : Jung